2018-04-13

Jika Bisa Bahagia Sebelum 40 Tahun, Mengapa Harus Menunda?



Orang Barat bilang, Life Begins At 41. Penanda dimulainya kedewasaan seseorang. Sementara dalam pitutur jawa, fase usia selanjutnya, yakni 50 – yang disebut Seket mempunyai akronim sebagai SEneng KEThonan. Artinya sudah suka memakai kethu/alias tutup kepala/kopiah dan lainnya.

Menutup kepala menjadi pertanda seseorang sudah lebih memperhatikan dan meningkatkan kualitas ibadahnya untuk bekal kehidupan akhirat.

Sangat menarik sekali bukan? Kata bijak orang Barat dipadukan dengan kearifan lokal ternyata sangat selaras. Dan menjadi sesuai pula dengan istilah kekinian yang diperkenalkan oleh Commonwealth Life : Happy Life Before 40s. 

Yang berarti, pencapaian segala target hidup, hendaknya sudah terlihat sebelum usia 40 tahun.

Saya pribadi, masih ada sebagian yang belum terwujud, dan sebagian lagi on the track. Tidak ada keharusan bahwa di usia 40 tahun wajib tercapai. Namun jika kita bisa menjatuhkan pilihan untuk bahagia sebelum usia 40 tahun, mengapa tidak?

FYI, semenjak memutuskan untuk menjadi full time freelance sejak 2015 silam, maka segala urusan pribadi terpikul di pundak.


Hal pertama yang terpikir adalah bagaimana menstabilkan pendapatan. Kedua, bagaimana menjamin perlindungan jiwa dan kesehatan keluarga dan yang ketiga, bagaimana dengan pendidikan kedua anak saya.

Alhamdulillah, untuk penghasilan tak hanya stabil, tapi juga mengalami peningkatan dalam dua tahun terakhir. Untuk asuransi kesehatan keluarga, sudah jalan enam bulan.

Sementara asuransi jiwa untuk sementara, baru saya sendiri, belum isteri dan anak-anak. Lalu, urusan ketiga juga sudah selesai, kedua anak saya tercover asuransi pendidikan sejak tahun 0 kelahiran.

Ya, jujur saja. Investasi terbaik yang bisa dipersiapkan dari sekarang adalah kesehatan. Tentu saja, pilihan bijak untuk berinvestasi sekaligus melakukan perlindungan di masa depan adalah dengan memilih asuransi yang menyediakan produk perlindungan jiwa dan tersambung dengan unit link.

Impian saya sebelum 40 tahun, adalah menuntaskan segala urusan yang terkait dengan perencanaan keuangan dan mempersiapkan SOP bisnis yang dirintis saat ini. Sehingga setelah umur 40, tinggal di-scale up. Syukur-syukur jika bisa auto pilot dan dimultiplikasi – alias buka cabang.


Namun kesemuanya akan mustahil terwujud, jika saya, sebagai kepala keluarga meninggal dunia, atau jika ada anggota keluarga yang sakit dan membutuhkan biaya pengobatan yang tidak sedikit. Bisa berantakan itu semua.

Maka impian saya berikutnya yang tak kalah penting, adalah BISA mengcover kesehatan seluruh keluarga besar saya, dengan perlindungan asuransi jiwa!  
Jangan sampai, kebahagiaan itu cepat terkuras karena memikirkan biaya pengobatan.

Di sinilah kita membutuhkan manfaat asuransi. Soalnya, saya merasakan benar manfaatnya, saat isteri saya mengalami keguguran pada kehamilan kedua dan harus dikuret.


Sudah kepikiran duluan nih, bakal minjem ke mana malam itu, karena uang simpanan cuma cukup untuk menebus obat anestesi dan biaya menginap satu malam saja.

Sementara untuk tindakan medis lain? Auk, gelap banget..

Beruntung, saat itu seluruh warga Sumsel, tercover oleh asuransi Jamsoskes – bahasa lain untuk Askeskin. Pahit sih, sesuai dengan namanya, Askeskin ini diperuntukkan untuk masyarakat miskin berpenghasilan rendah.

Sungguh! Gak enak diperlakukan sebagai orang miskin. Banyak sekali tetek-bengek yang harus diurus dari satu kantor ke kantor yang lain. Tapi mau bagaimana lagi?

Karena itulah, sejak saat itu saya bertekad untuk meningkatkan taraf hidup dan membayar polis asuransi sendiri! (*)   




2018-03-22

Nak, Dengan Apa Kau akan Menjawab Panggilan Ibu Pertiwi..


TAK DIPUNGKIRI, edukasi memegang peranan yang sangat penting dalam kemajuan sebuah bangsa. Hal ini telah dibuktikan oleh sejarah negeri ini dengan banyaknya anak bangsa yang direkrut ke negeri tetangga.

Bahkan tak jarang di masa itu, mereka adalah orang-orang multi talenta. Seperti H Agus Salim yang menguasai banyak bahasa, di antaranya : Indonesia, Arab, Belanda, Inggris, Turki, Perancis, Jepang dan Jerman.

Tokoh lain? Sebut saja Habibie, menjadi anak bangsa pertama yang mendapatkan kehormatan istimewa dari pemerintah Jerman atas ilmunya dan tentu saja patennya di dunia kedirgantaraan.

Semua karena pendidikan. Bukan karena keturunan, apalagi jalur ‘darah biru’ atau lewat pintu belakang. Ada perjuangan di situ untuk mengangkat harkat dan martabat. Mulanya secara individu, lalu berkembang menjadi perjuangan untuk kehormatan bangsanya di mata dunia.

Bagaimana dengan kini?

Bolehlah jika kita menyimak anekdot miris tentang kualitas pendidikan yang pernah dilontarkan oleh komedian Cak Lontong. Ceritanya, orang Malaysia pernah mengejek dan bertanya kepada dirinya. “Cak, dulu kami mengimpor guru dari Indonesia. Tapi lihatlah, kini kami mengimpor babu..”.


Cak Lontong jelas sewot, namun dia tak mau kalah. “Eh, kamu salah. Bukan kualitas pendidikan kami yang turun, tapi selera kalian saja yang turun. Dari Guru, sekarang hobinya kok Babu..”, cetus Cak Lontong.

Silakan tertawa.

Bisa jadi anekdot tersebut hanya karangan Cak Lontong semata. Namun ada nilai yang dapat kita garisbawahi. Jika kita tidak berupaya serius dalam menangangi masalah pendidikan, maka lambat laun negara kita hanya akan dikenal sebagai eksportir TKI saja.

Bicara tentang pendidikan, tak salah jika saat ini menjadi alat penting untuk meningkatkan kemampuan diri secara individu. Persaingan semakin ketat. Untuk sekedar menonjolkan diri saja rasanya amat sulit, jika tidak didukung dengan skill kompetensi yang dimiliki. Apalagi sampai bisa memenangkan kompetisi.

Pemerintah melalui Nawacita terus mengupayakan dan memfasilitasi wajib belajar hingga 12 tahun. Maka kewajiban kita sebagai orangtua dan mereka yang peduli dengan pendidikan anak-anak bangsa, untuk memberikan bekal life skill dan kompetensi tambahan dalam menghadapi masa yang akan datang.

Apalagi, saat ini, ekonomi kreatif mendapatkan kesempatan emas untuk dikembangkan. Tidak hanya di tingkat nasional saja, di luar negeri pun ekonomi kreatif telah berkelindan sempurna dengan teknologi sehingga banyak menghasilkan startup-startup keren dan menciptakan banyak manfaat bagi kehidupan yang lebih baik.

Ibu Pertiwi memanggilmu Nak..


Jika saat ini, Ibu Pertiwi memanggil anak-anak kita. Siapkah mereka akan memenuhi penggilan tersebut? Tentu, panggilan tersebut bukanlah sekedar panggilan. Melainkan panggilan untuk sebuah kemajuan, lompatan besar dan menjadi prajurit bagi bangsa agar tertegakkan kewibawaan bangsa di tengah pergaulan bangsa-bangsa.

Mana mungkin bisa menjawab panggilan, saat setiap hari mereka telah lelah dalam menghadapi hari-hari, detik demi detik yang lenyap dalam kepenatan akan macetnya ibukota.

Bagaimana tidak, di saat mereka telah dipersiapkan untuk menerima asupan pendidikan – baik formal maupun informal, mereka harus dihadapkan dengan tantangan yang tidak sederhana.

Ya, rata-rata anak sekarang diberikan kesempatan untuk mendapatkan pelajaran tambahan melalui les mata pelajaran dan kursus keterampilan.

Dikutip dari educenter, bahwasanya dari hasil studi yang dilakukan pihaknya, rata-rata seorang anak atau murid Sekolah Dasar (SD) mengambil 2 hingga 3 kursus setiap harinya. Disebutkan dalam tulisan tersebut, kursus yang mereka ambil di antaranya : bahasa Inggris, bahasa Mandarin, musik, matematika, menggambar, ballet dan berenang.

Sementara untuk murid Sekolah Menengah Pertama (SMP) rata-rata mengambil 1 hingga 2 kursus setiap harinya mulai dari bahasa Inggris, bahasa Mandarin, matematika, fisika hingga kursus musik.

Sedangkan untuk murid SMA rata-rata mereka mengambil 1 hingga 2 kursus setiap harinya. Yakni matematika, fisika, kimia, bahasa Inggris, dan bahasa Mandarin.

Apa artinya? Mereka akan tua di jalan!

Nggak, saya nggak bercanda. Maksudnya, dari sekian waktu produktif mereka, lebih banyak akan dihabiskan di jalan. Utamanya untuk berpindah dari satu tempat kursus ke tempat kursus yang lain.

Ilustrasinya seperti  ini:

Ilustrasi educenter.id dan hellosehat

O, My God!

Jika cerita dalam ilustrasi di atas terus dilanjutkan, akan terasa miris. Begitu tiba di rumah pukul 19.30. Masih ada PR Matematika yang harus diselesaikan. Dengan bergegas, ia segera mandi cibang-cibung, lalu makan malam tanpa sempat menonton televisi.

Setelah itu, segera diraih buku dan pensil. Dengan sisa ‘batre’ tubuh yang tinggal 10 persen dan kekuatan mata yang tinggal 5 watt, ia kerjakan PR.

Jam 21.30, mamanya masuk ke kamar dan Si Boy sudah mendengkur halus berbantalkan lengan, masih di atas meja belajar.

Mamanya galau...
Haruskah seperti ini setiap harinya

Nak, jika Ibu Pertiwi memanggil nantinya, dengan apa kau akan memenuhinya?


One Stop Education of Excellence

Mama Boy mewakili mama-mama dan orangtua lain, yang peduli dengan pendidikan dan masa depan anaknya. Benarkah, kondisi ini menjadi sesuatu yang tak terelakkan? Jika demikian maka sungguh kasihan anak-anak zaman now.

Gedung futuristik EduCenter, berlantai sembilan yang mengusung konsep mal pendidikan.

Untunglah, ada #educenter yang memperkenalkan ide revolusioner dengan loncatan futuristik. Iya, Educenter memperkenalkan konsep one stop education of excellence.

Yakni, konsep bagaimana menyatukan tempat kursus favorit dalam satu tempat dan satu atap. Tempat kursus mata pelajaran maupun keterampilan life skill.


Saya pribadi saja, sangat terkesan dengan ide adiluhung educenter ini. Bagaimana tidak, dengan mengumpulkan banyak tempat kursus dalam satu tempat, maka banyak manfaat yang akan diperoleh. Apalagi jika dikaitkan dengan kondisi jalanan di Jakarta yang sudah super-duper macet ini.

Dalam konsep Edu Center ini, selain mengumpulkan tempat kursus ternama dalam satu tempat, juga pihaknya menghadirkan suasana belajar yang sangat nyaman dan manusiawi bagi para siswanya.

Bagaimana tidak, selain menyediakan tempat kursus, Edu Center yang beralamat di BSD City ini, juga menawarkan konsep mall. Lengkap dengan restoran, food court, taman bermain anak dan lainnya. Sehingga, baik siswanya maupun orangtua bisa nyaman berada di dalamnya.

Dengan demikian, apa yang dirasakan Mama Boy - mewakili kegalauan orangtua lainnya menjadi terselesaikan.

Solusi Educenter

Dengan konsep seperti ini, melanjutkan ilustrasi sebelumnya, Si Boy dapat dikursuskan di satu tempat saja. Dan waktu penjemputan hanya saat pergi dan saat pulang. Sehingga waktu bagi Boy, ketika pulang ke rumah masih bisa melakukan banyak aktivitas, utamanya family time. Bercengkerama melepas penat dan mengakrabkan diri dengan anggota keluarga lainnya.

Kesimpulannya, dengan terobosan cemerlang ini, maka paling tidak, ada empat manfaat yang bisa diambil. Yakni :

  1. Waktu anak tidak akan terbuang percuma di jalan. Mereka menjadi lebih efektif dan mempunyai kesempatan untuk bergaul dengan teman-temannya. 
  2. Dengan efektifnya waktu, maka mereka masih bisa beristirahat sebentar dan ini akan meningkatkan fokus mereka dalam menyerap ilmu dan mempraktekkan keterampilan.
  3. Bagi orangtua, kehadiran Edu Center ini sangat membantu dalam meningkatkan efektivitas biaya dan waktu.
  4. Orangtua juga menjadi lebih nyaman mengawasi anak-anaknya jika kursus di satu tempat. Mereka juga tidak harus tertekan dan berasa diburu waktu dengan horor kemacetan di jalan.

Aneka Kursus yang Ada di Educenter

Nah, setelah kita dikenalkan dengan konsepnya yang sangat brilian, tentu timbul pertanyaan. Kursus apa sajakah yang ada di Educenter? Hoho, lengkap dan banyak! Dan tentu saja, seiring dengan tingkat pengenalannya ke umum, akan semakin banyak pihak yang akan bekerjasama dengan Educenter.

Kursus senam yang ada di  educenter
Setidaknya ada 12 kategori yang saat ini dirintis oleh Edu Center, yakni Art/Drawing, Cooking, MIPA, Balet & Dancing, Pre School, Bahasa Inggris, Sempoa & Calistung, Bahasa Mandarin, Akademi Penerbangan, University Preparation, College dan Musik. 

Sangat menarik bukan? Dengan idenya yang cemerlang, Edu Center memberikan solusi cerdas dengan menghadirkan pusat edukasi yang berkonsep mal. Sehingga dengan nuansa yang menyenangkan, akan didapatkan pengalaman belajar yang sempurna. Untuk informasi selengkapnya bisa mengunjungi website resminya di educenter.id email: info@educenter.id (*)

2017-08-31

Download Nathan Finger Style mp3 Instrumen


Lagi cari tempat download Nathan finger style format mp3? Mungkin saya bisa membantu. Karena ternyata saya juga suka dengan musik instrumen gubahan Nathan. Yups, Nathan sukses memukau banyak orang dengan kemampuannya yang seperti kata anak sekarang, sudah tingkat dewa!

Download Nathan Fingerstyle mp3

Cukup bermodal gitar kopong dan sesekali suaranya yang nggak terlalu pales, Nathan melakukan aksi covering lagu-lagu populer. Wajar jika kemudian channel Youtubenya yang beralamatkan di Nathan Fingerstyle Cover telah disubscribe hingga 485 ribuan orang. Bahkan Nathan pun telah diundang di acara Hitam Putih beberapa waktu yang lalu.

Keren banget kan ya..

Nah, buat yang nge-fans dan pengen download Nathan Finger Style mp3-nya, silahkan diunduh via link di bawah. File sudah saya compress dan adjustment waktu mulainya. Karena, bumper video Youtube Nathan ini, cukup lama. Ada sekitar 8 - 12 detik.

Oya, selain itu, kayaknya asyik juga jika musik instrumen khas gitar Nathan ini, dijadikan ringtone untuk hape kamu. Asli keren bree..

1. [Cita Citata] Sakitnya Tuh Disini | Nathan Fingerstyle Cover (1,67 MB)

2. (Cita Citata) Goyang Dumang | Nathan Fingerstyle Cover (2,34 MB)

3. (Dadali) Disaat Aku Tersakiti | Nathan Fingerstyle Cover (2,54 MB)

4. (Ustad Jefri Albuchori) Bidadari Surga | Nathan Fingerstyle Cover (2,67 MB)

5. Tum Hi Ho | Nathan Fingerstyle Cover (2,77 MB)

6. (Firman) Kehilangan | Nathan Fingerstyle Cover (3,04 MB)

7. (Virgoun) Surat Cinta Untuk Starla | Nathan Fingerstyle Cover (2,98 MB)

8. (Habib Syech) Sholatun Bissalamil Mubin | Nathan Fingerstyle Cover (3,73 MB)

9. (Armada) Asal Kau Bahagia | Nathan Fingerstyle Cover (3,19 MB)

10. Uploading...

Demikian beberapa lagu cover yang dilakukan Nathan dengan kemampuan fingerstyle-nya. Jika ada lagu baru, Insya Allah akan saya segera update. Yang mau request judulnya dengan format mp3 silahkan tinggalkam komentar di bawah dan jangan lupa like setiap videonya dan subscribe channelnya ya. Klik saja gambar di bawah ini :

Download Nathan Fingerstyle mp3

Trims buat kamu yang sudah download Nathan Finger Style mp3. Tunggu lagu-lagu berikutnya dari Nathan ya.. (*)

2017-08-23

Adf.ly Masih Mengirim Saya Dolar

Saya punya akun adf.ly (baca : edflai) sudah beberapa tahun. Lupa kapan tepatnya, dan sudah lama juga saya tidak update tapi hari ini pas ngeliat, masih bisa withdraw karena ada $5,21 di akun saya. Ah lumayan..



Meski bertahun-tahun saya tidak update, ternyata postingan saya dulu yang lama-lama, masih memiliki trafik. Meski tidak banyak, lumayan masih bisa menyumbang recehan untuk dompet Paypal saya.

Meski ditelantarkan, masih menyumbang beberapa trafik

Ya sudah pengen cerita itu saja. Di tengah sulitnya mendapatkan trafik saat bermain Adsense, blog saya yang memuat Adf.ly ini masih menyumbang dolar. Hehe.. Lumayanlah buat beli domain.

Oiya, untuk withdraw sudah empat kali (dan saat menulis ini, menunggu pembayaran ke-5 masuk ke Paypal). Tak banyak sih, setiap tembus batas bawah penarikan yakni $5, langsung saya ambil. Historynya bisa dilihat pada gambar di bawah : 
Ini pemasukan saya meski sudah tidak aktif upload lagi

Total penghasilan selama beberapa tahun itu kurang lebih sudah $25. Sekali lagi lumayan, alhamdulillah..

Keinginan saya sih, saya bisa menghasilkan juga dari AdSense. Soalnya, sering ngiler liat mereka yang sudah gajian hingga 4 digit.

Salam!

NB : Berminat mendapat recehan dolar juga via adf.ly? Sok diaturi, silakan daftar melalui dengan klik gambar di bawah aja ya. Lumayan buat dapat passive income.

2017-04-02

Senyum Kemenangan Fathir!


Namanya Muhammad Fathir Maulana, usianya baru 5 tahun. Nama panggilannya Fathir, sedangkan nama 'aku'-nya Atil - karena lidahnya masih cadel. Ia anak kedua saya. Dibanding dengan kakak perempuannya, kulit Fathir lebih hitam, hidungnya mancung.

Sepintas ada muka-muka orang India. Kata isteri sih, buyut jauh dari makde (neneknya-red), ada yang menikah dengan orang India. Jadi mungkin itu gen resesif yang muncul di Fathir.

Ok. Demikian perkenalan singkatnya.

Tanpa hendak membandingkan kasih sayang orangtua kepada anaknya - apalagi, katanya seorang Ayah akan lebih menyukai anak laki-laki, faktanya punya anak lelaki memang melahirkan energi kasih yang lebih besar. Hal itulah yang saya rasakan.

Di samping itu, Fathir telah memberikan banyak pelajaran kepada saya. Salah satunya :

Jangan Remehkan Tekad Kuat Anak-Anak!

Jika banyak motivator yang memberikan ceramahnya menggunakan analogi kegigihan seorang anak belajar berjalan : meskipun berulang kali jatuh, namun tetap semangat.

Maka, di depan mata, 'motivasi' itu berbentuk pelajaran hidup yang menakjubkan dari anak sendiri. Penasaran?

Begini cerita lengkapnya.

Beberapa hari yang lalu, tepatnya Selasa (28/3/2017), saat tengah asyik bekerja di rumah, Fathir tiba-tiba pulang dari main membawa sepeda roda empatnya. Langsung teriak dari halaman, "Abiii!! Paske loda sepida Atil. Atil nak cak Kak Indi".

Saya refleks menoleh. Langsung paham dengan perkataannya yang berarti, ia meminta lepaskan roda kiri-kanannya, pengen bersepeda roda dua kayak kakak Rendi, anak tetangga sebelah rumah.

"Sebentar ya, Abi lagi kerja. Tunggu, satu berita lagi", kata Saya.

Belum lima menit, ia kembali ngoceh-ngoceh, "Abii, ipaske loda sepida Atil." (1)

Kali ini, ia datang menyeret toolbox saya.  Ia tahu alat-alat mekanik ada dalam kotak kecil berwarna hitam hijau itu.

Akhirnya, saya pun bangkit dari tempat duduk dan mulai menghampirinya. "Memang Fathir sudah berani?"

"Blani!"(2), jawabnya mantap.

"Lepas satu roda saja dulu ya, nanti kalo sudah bisa, baru lepas semua", kata saya lagi.

"Idak! Lepaslah galo-galo. Atil pengen cak Kakak Indi", (3) ulangnya.

Malas berdebat dan tak ingin mematahkan semangatnya, maka saya pun lepaskan satu-persatu roda-roda sampingnya. Sambil bergumam dalam hati, paling-paling nanti juga ia ribut minta dipasangkan lagi.

Tak sampai sepuluh menit, sepeda itu pun siap dengan dua rodanya.

"Skalang, Abi lewangi Atil. Dolong Atil dali belakang", (4) ucapnya memberi perintah untuk menemaninya bermain sepeda dan mendorong dari belakang.

Ho-ho, boleh juga anak ini. Tapi saya tak mau langsung 'kalah', Saya pun menawar, "Sebentar ya, Abi upload satu-dua berita dulu..", sahut saya, sambil langsung kembali ke kursi kerja.

Ia pun menunggu sambil duduk manis di dekat sepedanya. Tapi itu tidak lama, jeda sepeminuman teh, si Fathir memberikan komando lagi.

"Abii.., cepetlah !!", katanya sambil bersedekap dan memandang ke arah saya. Serius sekali mimiknya. Kerutan kening ia tekuk dalam-dalam hingga kedua alis nyaris tertaut. Inilah jurus andalan Fathir, jika keinginannya belum terpenuhi.

"Yo-yo, sudah ini. Ayo kita berangkat".

Maka, jadilah dua beranak ini, di bawah terik matahari yang mulai menyengat, bermain sepeda. Saya mendorong melalui sadelnya sambil menjaga keseimbangan dan ia mulai mengayuh.

Karena terbiasa dengan bantuan dua roda kecil, di kanan-kiri sepeda, maka ia pun sesekali oleng. Matanya lebih sering melihat ke belakang. Mewaspadai jika saya kabur dan tidak memeganginya.

Meski begitu ia terus mengayuh. Tak terhitung lagi, sudah berapa kali pedal sepeda mendarat di tulang keringnya. Ia hanya meringis kecil, terus mendorong pedal lagi. Semangat sekali.

Dua puluh menit saya mandi keringat, karena harus ikut lari-larian. Sementara, muka Fathir juga sudah memerah. Saya yang menyerah duluan. "Fathir, pulang dulu yuk. Abi mo kerja lagi"

"Idak. Atil masih nak maen sepida", (5) jawabnya tanpa menoleh lagi ke saya.

Ya sudah, saya pun ngeloyor pulang. Cari minum, terus ngejoglok lagi di depan komputer. Maklumlah, saya bekerja sebagai admin web sekaligus editor di salah satu portal berita lokal. Jadi memungkinkan untuk bekerja secara remote, alias dari rumah.

Balik lagi ke cerita Fathir.

Tak lama, Fathir pulang sambil menuntun sepedanya. Mukanya memerah, dibanjiri keringat. Begitupun juga dengan bajunya, basah. Kakinya kotor penuh debu. Betisnya banyak garis-garis hitam, bekas terkena rantai sepeda. Sementara dua sikunya lecet, ada bekas darah yang mengering. Rupanya ia terjatuh. Saya diam tidak berkomentar.

Senyum kemenangan Fathir, meski dua luka lecet hiasi dua sikunya
Fathir segera mengambil air galon, dan meminumnya. Setelah itu ia cabut lagi. "Abi, Atil nak maen lagi". (6)

"Mau Abi temani?"

"Idak usah. Abi lagi gawe. Atil dewekan bae". (7)


Wuelah, keren nih anak saya. Pengertian banget ya..

Dan begitulah, tanpa menyerah ia terus belajar mengayuh pedal sepeda. Bergantian kaki kiri dan kanannya, menyanggah tubuh mungilnya, mencari titik keseimbangan.

Menjelang sore, ia latihan bersama kakaknya, yang baru pulang dari sekolah siangnya. Ia tambah semangat sementara kakaknya juga ikut mengiring sambil bersepeda pula.

Dan inilah yang saya sebut tekad baja seorang anak. Saat pulang, kakaknya dengan sumringah memberi tahu kami bahwa Fathir sudah bisa bersepeda.

Saya dan isteri melongo, saling berpandangan tak percaya. Sementara di belakang, mengiring Fathir sambil senyam-senyum penuh arti. Bak seorang tentara yang baru pulang dari medan perang dengan membawa kemenangan.

"Atil la pacak Abi, Atil la biso besepida Umi", (8) ujarnya dengan mata berbinar.

"Alhamdulillah, selamat ya", ucap kami bersamaan penuh syukur. Ya kesyukuran atas sebuah kemandirian yang ditunjukkan oleh Fathir.

Inilah inspirasi saya : Fathir

Pelajaran berharga dari Fathir

Sepertinya sepele, anak belajar bersepeda lalu bisa. Namun bagi saya ini sangat luar biasa!

Bagaimana tidak, "hanya" butuh waktu satu hari saja bagi Fathir untuk belajar bersepeda roda dua. Tekad dan keberanian yang sangat patut dicontoh.

Dan dari senyum kemenangan yang menghias bibirnya, seolah merupakan sebentuk deklarasi atas kemenangannya dalam memenangkan tindakan inisiatif, mengalahkan rasa takut dan berhasil menggugurkan keraguan banyak orang.

Berikut selengkapnya poin penting yang bisa saya simpulkan :

Pertama, ia datang kepada saya minta dilepaskan roda samping sepedanya. Padahal, kami tidak pernah sekalipun meminta ia untuk melepasnya. Ini mengajarkan kepada saya tentang niat, inisiatif dan antusiasme.

Kedua, pelajaran berikutnya adalah berani. Atau kata orang dewasa, disebut sebagai tindakan "Action!". Andai saja, ia mengenal kata takut dan mengalasankan resiko jatuh dari sepeda, yang bisa menyebabkan memar dan luka di kaki. Bisa saja ia akan mundur dan lebih baik mengambil aman.

Ketiga, tentang usaha dan proses. Memang, bukan proses instan jika pada hari itu Fathir bisa "langsung" bersepeda. Karena, sudah enam bulan lebih ia memakai sepedanya saat masih beroda empat. Jadi, mustahil seseorang bisa menguasai suatu bidang tanpa mempelajarinya dengan tekun. Soal berhasil atau tidak pada hari-H, tentu akan sangat tergantung dengan keulatan pada saat belajar.

Gagal? Itu biasa. Jatuh dari sepeda? Sudah pasti. Menyerah? Malulah sama anak kecil..  


Sepeda Fathir
Gambar di atas, merupakan sepeda Fathir, hasil "modifikasi" dari sepeda kakaknya. Semula ini jenisnya sepeda anak perempuan. Berkelir merah jambu, ada keranjang di depannya, dan ada box pula di belakangnya. Setelah dilangsir ke adiknya beberapa tahun kemudian, sepeda itu dirombak total menjadi warna biru, segala aksesoris berbau perempuan dilepas dan rodanya pun diganti dengan ban pejal.

Jadi lebih macho!

Meski demikian, tidak dipungkiri, perubahan itu tak mampu menutupi kesan butut pada sepeda itu. Wajarlah, setelah dua tahun di tangan kakaknya, baru diwariskan ke Fathir.

Sabar ya Nak, tunggu genapkan usiamu masuk sekolah nanti. Abi akan menghadiahkan sepeda baru untuk mu. Abi sudah lihat di Elevenia, ada sepeda anak yang bagus, harganya sekitar 800-ribuan. Mudah-mudahan ada rezekinya nanti untuk anak hebat seperti kamu.

Sepeda keren

Hadiah yang tentunya sangat engkau idam-idamkan. Yang dulu, sempat menjadi keinginan, namun kemudian engkau 'mengalah' untuk menerima lengseran saja dari kakakmu. Mengingat saat itu keuangan lagi pas-pasan, sehingga sepeda pun tidak masuk ke dalam prioritas belanja.

Dan Abi kira engkau pantas mendapatkannya. Karena Abi menyayangimu. Lebih dari sekedar karena engkau adalah darah daging Abi, tapi engkau telah mengajarkan tentang pelajaran hidup yang sangat penting; tentang tekad, keberanian dan langsung action!

Sesuatu yang - entah mengapa, di dunia orang dewasa menjadi hal yang begitu rumit. Menjadi mahal. Karena untuk mendapatkannya secara konsisten, harus diberikan pelatihan berbayar dan dilakukan berulang-ulang untuk mengubah mindset-nya.

My Lovely Family

Terima kasih Nak. Abi sayang Fathir. Sebagaimana Abi menyayangi Umi dan Kakakmu Nayla.

-----

Glosarium :
1. Abi, lepaskan roda sepeda Fathir
2. Berani!
3. Tidak mau! Lepaskan semuanya saja. Fathir pengen kayak Kakak Rindi
4. Sekarang, temani Fathir main sepeda. Dorong Fathir dari belakang!
5. Tidak mau. Fathir masih ingin main sepeda.
6. Abi, Fathir mau main lagi
7. Tidak usah. Abi lagi kerja. Fathir main sendirian saja
8. Fathir sudah bisa Abi. Fathir sudah bisa bersepeda Umi

-----
Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Cerita Hepi Elevenia


2017-03-25

Gegasnya Metamorfosa Teknologi dan Hebatnya Generasi Muda Tanah Air



Masih segar dalam ingatan saya, saat baru memasuki dunia kerja di tahun 2009 lalu, paparan teknologi informasi yang dipicu gelombang Teknologi 3G begitu terasa. Euforianya yang gegap gempita, seperti menyeret langkah kaki ini untuk ikut merasakan hal yang sama.

Tapi kini, di tahun 2017 atau tepatnya sejak kuartal ketiga 2016 lalu, loncatan itu terasa lebih jauh lagi. Tatkala para operator telekomunikasi mulai melakukan ujicoba sekaligus memperkenalkan teknologi 4,5 G mereka. Teknologi yang digadang-gadang memberikan banyak kemudahan.

Meski "ter-ngangap" melihat betapa gegasnya perkembangan teknologi ini berlintasan di depan mata kita. Namun, syukurlah tidak sampai membuat kita tergagap. Sejak satelit Palapa mengangkasa beberapa dekade silam, maka Indonesia telah membuka tabir lompatan teknologi, menjadi sejajar dengan dunia luar. Tak ada lagi yang menyangsikan kemampuan Indonesia, baik sebagai bangsa maupun dari skill individu.

Saya tertarik menulis tentang perkembangan dunia teknologi informasi, karena dari sini banyak muncul telenta muda yang mumpuni di bidangnya. Bahkan bidang-bidang yang satu dasawarsa sebelumnya, tidak dikenal sama sekali.

Sejarah Perkembangan Teknologi Seluler Tanah Air

Tak dipungkiri, perkembangan teknologi mutakhir di dasawarsa terakhir, tak lepas dari perkembangan teknologi informasi yang dimulai dari perpindahan besar-besaran dari data analog pada akhir tahun 1970-an menjadi data digital. Khususnya bagi teknologi seluler.

GSM sebagai teknologi carrier dan menjadi inti penting dalam teknologi informasi, mulai dikembangkan pemerintah di penghujung tahun 1993 melalui PT Telkom yang membuka era Sistem Telekomunikasi Bergerak Selular (STBS) di Pulau Batam dan Bintan, sebagai pilot project.

Andai saja pemerintah tidak segera tanggap untuk melakukan langkah intervensi-investasi strategis tersebut, mungkin sekarang, Indonesia tidak akan mampu menyejajarkan langkah dengan bangsa-bangsa lain di dunia teknologi informasi.

Tak dipungkiri, dulu para 'tetua' negri ini banyak yang memandang sebelah mata terhadap keputusan untuk mewujudkannya, mengingat saat itu adalah era gurih-gurihnya berbisnis telpon rumah dan telpon berbasis satelit.

Selengkapnya tentang evolusi teknologi seluler di tanah air ini, bisa dilihat dalam infografik di bawah ini.

Infografis Perkembangan Teknologi Seluler di Indonesia

Teknologi Membantu Memperbaiki Kualitas Kehidupan

Harus diakui, kemajuan teknologi telah membantu memperbaiki kualitas kehidupan. Sesuatu yang dulu mustahil, kini nyata dan riil. Lebih dari itu, teknologi membuat semuanya menjadi mudah dan murah.

Termasuk pula, teknologi informasi telah memungkinkan setiap orang bisa saling terhubung, walau berbeda tempat dan juga waktu. Transfer data dalam ukuran jumbo menjadi hal yang biasa. Mulai dari transfer dokumen hingga finansial.

Sebagai contoh di bidang pemerintahan, dikenal yang namanya e-Government. Terus terang saja , masalah terbesar dalam pelayanan publik di negara ini adalah berbelitnya birokrasi dan biaya yang "mahal". Mahal di sini adalah waktu yang terbuang, banyaknya kertas dokumen yang harus diisi dan bolehlah jika hendak disebut : mahal karena adanya pungli sistemik yang dilakukan para oknum!

Namun kini, sedikit demi sedikit semangat untuk memperbaiki tersebut sudah terus diwujudkan oleh pemerintah. Selain ada KPK yang mengawasi di tingkat atas, kini juga sudah ada Tim Saber Pungli yang menyapu di lini bawah.

Sementara dari infrastruktur pelayanan, e-government sudah dikembangkan dalam beberapa tahun terakhir. Seperti e-filling SPT Pajak, e-parking, pembayaran STNK di mal, nomor antrian yang bisa diambil sejak jauh hari sehingga tidak banyak waktu yang terbuang percuma dan sebagainya.

Selain yang sifatnya pelayanan kepada masyarakat yang dikenal sebagai G2C (Government to Citizen), e-government juga diterapkan dalam bentuk G2B (Government to Business) dan G2G (Government to Government).

Selain pemerintah, pihak swasta juga memanfaatkan sepenuhnya perkembangan teknologi informasi ini. Terutama kalangan perbankan. Karena, harus diakui, ekonomi dan bisnis menjadi urat nadi bagi keberlangsungan suatu negara. Tanpa teknologi dan infrastruktur yang mumpuni, tentu akan menjadi hal yang mustahil untuk mewujudkan kemajuan di bidang ekonomi tersebut.

Dalam dunia perbankan, kini hampir setiap lapisan masyarakat menikmati apa yang disebut sebagai e-banking. Kemudahan untuk menarik uang, mengecek saldo dan mentransfer uang tersebut ke rekening yang lain hanya dalam hitungan menit saja. Seiring dengan semakin kuatnya teknologi seluler, beriring dengan teknologi enkripsi yang semakin baik.

Kemudahan dalam melakukan transaksi, seperti e-commerce, juga memungkinkan arus perputaran uang secara daring menjadi lebih cepat, dan tentu saja akan mempengaruhi laju perekonomian bangsa ke arah yang lebih baik.

Dan tentu saja, masih banyak bentuk kebaikan yang dihasilkan dari loncatan kemajuan teknologi ini di berbagai bidang.

Mereka Generasi Muda Tanah Air yang Hebat!

Lalu bagaimana dengan skill individu anak muda di bidang teknologi?

Sungguh, saya tak henti-hentinya merasa kagum dengan mereka para anak muda tanah air. Di tengah gegap gempita teknologi dan hiruk-pikuk dunia politik, mereka tetap berkarya. Skill mereka makin terasah dengan adanya teknologi informasi.

Kehadiran teknologi informasi, mendorong mereka untuk lebih mengeksplor kemampuan. Dunia terbuka lebar, kesempatan untuk belajar dan mengenal banyak mitra di luar negeri, menjadikan mereka expert di bidang masing-masing.

Siapa saja mereka? Di bawah ini, saya kumpulkan 5 anak muda yang sukses memanfaatkan perkembangan teknologi.

1. Nadiem Makarim, Pendiri Gojek yang Fenomenal

Siapa yang tak kenal jika disebut Gojek?


Ojek online berbasis aplikasi ini, kini nilai kapitalisasinya sudah berada di angka Rp 7,2 Triliun. Dan hebatnya lagi, startup ini asli buatan anak negeri, yang bernama Nadiem Makarim. Bersama dengan Michaelangelo Maron, Nadiem mendirikan perusahaan teknologi PT Gojek Indonesia pada 2011 silam. Keduanya jeli melihat fenomena lokal yang ada di tengah masyarakat dan memberinya sentuhan teknologi.

Dan kini, siapa sangka, driver mitra Gojek sudah tembus 200 ribu partner pengemudi motor dan mobil, menjalin kerjasama dengan 35 ribu merchant Go Food serta 3.000 penyedia layanan on demand lainnya. Aplikasinya sendiri, sudah didownload lebih dari 20 juta kali.

2. Nixia, Gamer Cewek Berpenghasilan Ratusan Juta


Monica Carolina a.k.a Nixia
Cantik dan manis. Namun gahar saat menyelesaikan tantangan kompetisi game. Dialah Monica Carolina alias Nixia yang menjadi ratu gamer. Namanya menghias aneka kompetisi, baik di dalam maupun di luar. Setidaknya, ada dua puluhan kompetisi yang ia menangkan sejak terjun total sebagai gamer profesional tahun 2009 silam.

Setidaknya saat ini, penghasilannya sudah mencapai ratusan juta rupiah per bulannya. Jumlah itu ia dapatkan dari hadiah perlombaan maupun dari brand-brand teknologi ternama yang menjadi sponsornya. Sebut saja, mereka mendapatkan gaji US$ 10 juta atau setara Rp130 juta yang dibayar setiap tiga bulan.

Dahsyat!

3. Eka Lesmana, Mantan Pengangon Bebek Sukses Jadi Blogger Jutawan


Eka Lesmana sempat menjadi pemberitaan
Namanya Eko Purwanto. Namun, sapaan akrabnya adalah Eka Lesmana. Ia menjadi fenomena di antara para blogger publisher yang mencari dolar melalui blog. Sempat bekerja meng-angon bebek milik pamannya, lalu kemudian pernah pula bekerja sebagai pelayan toko. Kini, ia menjadi blogger yang paling dicari untuk dimintai wejangan terkait internet marketing.

Penghasilannya sudah menyentuh 4 digit dolar. Atau kalau dirupiahkan, bisa ratusan juta rupiah per bulannya! Semuanya didapat dari keahlian meracik konten blognya sehingga senantiasa berada dalam posisi teratas mesin pencari Google. Dan dari situ, setiap iklan yang diklik ia akan mendapatkan dolar.

4. Alva Jonathan, 'Tukang Kulik' Hardware Harumkan Nama Indonesia di Pentas Dunia Overclocking


Profesi yang satu ini bener-bener asing di telinga orang awam. Bahasa teknisnya, overclocking itu tindakan untuk meningkatkan kemampuan sebuah komponen dalam satuan clock rate. Ini semacam bentuk 'pemaksaan' bagi sebuah hardware  untuk bekerja di atas kecepatan default pabrikan.

Biasanya, overclocking dijalankan untuk CPU atau GPU saja. Tapi dalam kompetisi bertajuk Galax Overclocking Carnival (GOC) 2016, yang berlangsung di Wuhan, China pada Desember 2016 lalu itu, komponen yang akan 'disiksa' adalah kartu grafis Nvidia varian GTX 1060 Galax.

Normalnya, clock speed kartu tersebut sebesar1620 MHz dan boost clock-nya dijaga pada 1847 MHz saja.

Tapi, di tangan Alva, kartu grafis itu didongkrak hingga memiliki clock 3 GHz atau naik sekitar dua kali lipat! Aje gile bener kan.. Nama Indonesia pun berkibar di antara 11 overclocker lainnya dan untuk itu ia diganjar hadiah 3000 Yuan atau setara Rp57 juta.

5. Irvan Pahlevi, Programmer Asal Jambi yang Diakui Dunia

Irvan Pahlevi (paling kanan) bersanding dengan pendiri Google Larry Page
(paling kiri) dan Jan Koum (Whatsapp).
Nama Irvan Pahlevi mungkin jarang terdengar. Namun, mahasiswa asal Jambi ini ternyata bersanding dengan nama beken Larry Page - salah seorang pendiri Google, dalam sebuah ajang kompetisi Aplikasi skala internasional yang akan digelar di Nigeria, Afrika Barat, Juni 2016 lalu.

Tak hanya menjadi juri, Irvan juga didapuk sebagai mentor dalam acara tersebut!

Dalam kesehariannya, Irvan adalah seorang programmer multi platform. Seperti aplikasi android, aplikasi Iphone, aplikasi komputer dan website. Kliennya pun lebih banyak yang datang dari luar negeri.

Atas hubungan klien inilah, ia pun diundang untuk menjadi juri oleh salah satu partnernya Itmed Technologies yang ternyata berasal dari Nigeria, untuk event bertajuk Akua Ebom App Chalenge. 

Kamu pun Bisa!

Hayo, siapa yang tidak ngiler lihat mereka, yang usianya masih duapuluhan mampu mengeruk kekayaan dari ranah teknologi informasi sesuai dengan minat masing-masing.

Tak mengapa, apapun keahliannya, di era internet of thing ini, kamu bisa menjadi mahir di bidang yang diinginkan. Bagaimana caranya? Sok, disimak beberapa tips di bawah ini :

1. Kenali potensi diri.

Era teknologi informasi, adalah era keterbukaan. Filosofinya kamu harus bisa terbuka terhadap diri sendiri. Jujurlah apa yang menjadi konsen kamu, kenali potensi diri. Tak harus meniru orang lain, apalagi mengekor.

2. Sesuaikan dengan teknologi yang ada.

Jangan kuatir. Kamu tidak terlahir di jaman batu. Semuanya sudah tersedia. Tinggal kamu gali dan temukan akses ke sumber ilmunya. Apalagi, teknologi sudah menyelusup ke seluruh relung kehidupan. Jadi, kamu tinggal mencari bentuk teknologi yang sesuai dengan minat dan potensi.

3. Belajarlah dengan keras!

Tak ada cara lebih cepat untuk menaikkan taraf kehidupan kecuali dengan belajar. Apalagi saat ini sumber untuk mempelajari sesuatu ilmu sangat berlimpah. Namun, jika ingin menjadi lebih mahir lagi, kamu bisa pilih tempat belajar yang asyik, fleksibel dan tentu saja bisa menambah skill kamu.

Jika ingin belajar tentang web programming, web master, digital marketing hingga desain grafis, salah satu tempat yang saya rekomendasikan adalah Dumet School. 

4. Action!

Jika ilmu sudah didapat, jangan lupa segera action. Tak perlu menunggu sempurna, banyak praktek kamu akan bertemu dengan kasus yang lebih rumit. Jika perlu ikuti kompetisi untuk menguji kemampuan kamu.

5. Jangan lupa bersyukur dan berbagi

Last but not least. Apapun pencapaian kamu, jangan lupa bersyukur dan berbagi. Inilah rahasia beberapa orang kenalan saya yang saat ini tengah berada di puncak kesuksesan. Lakukan tindak syukur setiap pagi dan menjelang tidur. Bahwa masih diberi kesempatan untuk belajar dan mengembangkan pengetahuan.

Berbagilah jika ada kelapangan rezeki. Tak harus selalu uang, berbagi ilmu juga sangat dianjurkan. Mereka yang tak pelit berbagi ilmu, maka ilmunya malah makin bertambah dan kemahirannya juga akan semakin berkembang.

Nah, apakah kamu siap menjadi bagian dari perkembangan teknologi? Hayuk, silahkan monggo.. (*)

2017-03-03

Dua Tahun Riaubook.com, Siap Menjadi Pustaka Riau untuk Dunia

Big data era (Foto: net)
Kita hidup dalam era informasi. Suatu era di mana terpaan data yang datang begitu deras, massif dan terstruktur. Ia seringkali menggenang hingga menutupi mata nalar dan menyumbat nafas pengetahuan. Padahal tak jarang data-data tersebut sampah.

Namun jika dipilah lebih jauh, tidak semuanya adalah sampah. Ada saja data bermanfaat yang bersifat jawaban yang berkelindan di dalamnya. Kita harus pintar dalam memilah, jangan sampai menjadi fatalis, membuang semuanya. Hingga, melenyapkan seluruhnya, dari mudharat hingga ke manfaat, tanpa tedeng aling-aling.

Ya, kita dituntut pintar dalam memilih informasi. Lebih dari itu, kita pun harus jauh lebih cerdas menyeleksi media yang menyediakan sajian data dan informasi tersebut. Syaratnya adalah, berita langsung diambil dari narasumber dan memenuhi prinsip cover both side ataupun jika mengutip dari media lain, tidak melakukan pemelintiran berita.

Lebih lagi, media pun harus menjaga kredibilitasnya agar tidak menjadi media abal-abal yang doyan menyajikan berita hoax demi mengejar rating. Ya, pemberitaan Hoax telah menjadi momok paling menyebalkan bagi netizen.

Media Online dari Riau

Adalah Riaubook.com yang mencoba tumbuh dari semangat kearifan lokal. Media ini, tengah berkecembah, membentuk akar yang kuat. Menegaskan posisi sebagai penyedia informasi peristiwa bernilai faktualitas di tanah bertuah.

Tak selamanya kelokalan itu bernada miring, bak mengibaratkan katak dalam tempurung. Justru saat ini, semakin mampu menunjukkan identitas kelokalan, semakin ia dicari oleh banyak orang.

Baik mereka yang berasal dan tinggal di sana, maupun perantau asal Riau yang tinggal di kota lain, hingga pihak-pihak ketiga yang ingin mengetahui perkembangan Riau secara langsung dan berasal dari dalam.

Tentu kita tidak akan melupakan asas proximity dalam dunia kewartawanan. Asas kedekatan. Orang Riau akan merasakan hal berbeda jika ada satu berita dengan tema sama, tapi yang satu di Jakarta, misalkan dan yang satunya di Pekanbaru.

Sebagai contoh, kebakaran ribuan los di Pasar Tanah Abang mungkin besar secara nasional, tetapi tidak berpengaruh bagi orang daerah. Tetapi, kebakaran satu los saja di Pasar Tengku Kasim di Pekan Baru, akan menjadi berita besar bagi media lokal.

Kehadiran Riaubook.com sebagai media penyaji informasi dan berita Riau, memberikan khazanah luar biasa dalam hal jurnalistik kedaerahan. Ia menjadi perekam peristiwa kekinian dari berbagai aspek kehidupan. Dan melampaui batas dan jarak, dari kota hingga ke desa. Di 12 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Riau.

Perekaman peristiwa dan dokumentasi faktual ini, jika digarap serius dan mumpuni, akan menjadikan Riaubook.com menjadi semacam kepustakaan online besar tentang Riau yang bisa dijangkau dari seluruh dunia, di manapun kita berada. Membukukan peristiwa, mendokumentasikannya dalam timeline online. Eloklah, jika Riaubook disebut dengan Pustaka Riau untuk Dunia.

Infografik Riaubook.com Facts
Para netizen menjadi punya pilihan untuk mendapatkan informasi yang layak. Dilihat dari keredaksian lokal, sudut pandang kekinian, serta perspektif 'orang dalam' yang tentu saja berbeda dengan media nasional lain saat mencoba mengendus peristiwa yang sama.

Inilah pula, yang digadang-gadang sebagai penerjemahan kearifan lokal dalam bentuk media online. Think global, act local. 

Selamat Ulang Tahun yang Ke-2


Baiklah, secara khusus saya mengucapkan selamat ulang tahun yang ke-2 bagi Riaubook.com. Dua tahun bukanlah waktu yang singkat - apalagi, di dalam ranah media online, denyut kehidupannya harus dijalani detik demi detik. Bayangkan, waktu dua tahun itu setara dengan 63,07 juta detik. Wow!

Menjalani sebuah perusahaan media, bukanlah hal yang mudah. Kata wartawan senior teman saya, usaha media itu seperti membakar duit saja. Untung belum kelihatan, modal sudah habis banyak.

Jika tidak punya niat kuat, nekat bermodal dan hubungan yang baik dengan para stake holder, baik ke atas (pemerintah) ke bawah (masyarakat) sebagai mitra, maka mustahillah bisa menjalankannya hingga mampu memasuki tahun ke-3 ini.

Idealisme menjadi pertaruhan dalam membangun entitas perusahaan media ini. Hendaklah ia dapat bertemu dengan keinginan bersama untuk kemajuan pembangunan daerah dengan kesehatan perusahaan dalam neraca keuangan yang baik.

Lima Hal Menarik Tentang Pemberitaan Riaubook.com

Sebelum meloncat jauh untuk menjadi pustaka Riau yang mendunia, redaksi Riaubook tentunya telah terlebih dahulu memberikan yang terbaik dari segi pemberitaan dan kualitas penyajiannya

Apakah ada kriteria khusus untuk menilai sebuah media, apakah termasuk baik ataukah buruk?

Tentu saja jawabannya ada dan banyak pula kriterianya. Tapi di sini, biarlah mata awam saya saja yang menilainya. Di tengah gempuran data dan informasi - seperti yang saya sampaikan di awal tulisan ini, Riaubook.com tetap mencoba memberikan sajian informasi yang jernih.

Maka inilah lima hal yang menarik versi saya tentang pemberitaan Riaubook.com :

1. Berpihak kepada pembangunan (Agent of Development)

Sumber: Riaubook.com
Seperti apapun sebuah media didirikan, bagi saya, menjadi mutlak baginya adalah untuk menjadi bagian dari pembangunan. Mengapa ini penting menurut saya? Karena, media sebagai corong suara publik, haruslah menjadi pendukung utama bagi berjalannya pembangunan.

Indonesia ini sangat luas. Tiap Provinsinya menyimpan kekayaan masing-masing. Media menjadi mitra strategis pemerintah yang sedang berkuasa untuk menyampaikan kemajuan pembangunan, sekaligus menerima umpan balik yang mengkritisinya.

2. Kritis dan Berimbang (The 4th Pillar of Democracy)

Sumber: tjahjokumolo.com
Keutamaan media selanjutnya adalah pada sikap kritis dan berimbang. Meski tetap harus mendukung pembangunan, namun fungsi sebagai social control tetaplah harus dipegang.

Media kredibel tetap mampu menjalankan fungsinya sebagai pilar ke empat dalam kehidupan demokrasi, setelah eksekutif, legistlatif dan yudikatif.

Contoh berita menarik yang saya ambil dari laman Riaubook.com adalah tentang janji-janji gubernur Riau yang belum terlaksana, yang saya capture di bawah ini.

Sumber: Riaubook.com
Sepertinya terlihat kontras antara poin pertama dengan yang kedua. Namun di sinilah cantiknya fungsi sebuah media massa. Di satu sisi mendukung pembangunan di sisi yang lain tetap pada khittah media, menjadi alat kontrol sosial. Tentu dalam kerangka yang konstruktif.

3. Berpihak kepada kemaslahatan masyarakat luas

Sebagai media yang lahir dari rahim masyarakat, sudah sepatutnya sebuah media juga berkontribusi dalam memberikan kemaslahatan bersama. Utamanya yang terkait dengan pembangunan, sektor pelayanan publik, pertumbuhan ekonomi, keadilan sosial dan lainnya.

Sumber: Riaubook.com
Seperti pada cuplikan berita di atas, Riaubook mengangkat kejadian yang cukup memprihatinkan. Kurang dari 20% saja perusahaan yang membayar pajak. Selebihnya masih ogah. Ini tentu tidak mendukung kebijakan Pak Jokowi dengan amnesti pajak yang baru lalu. Jika pajak tersendat, dari mana pemerintah dapat mengimbangi belanja negara?

Peran yang dimainkan dalam fungsi kemaslahatan bersama ini, sedikit banyak berpengaruh dalam menaikkan 'ranking' di hati masyarakat. Bahwa media online berita Riau memang benar mempunyai niat yang baik, visi yang mulia serta misi yang terukur, dalam hal keberpihakan kepada masyarakat.

Ini ditandai dengan posisi Alexa Riaubook.com dalam aspek lokal semakin naik, menjadi posisi empat untuk media lokal di Riau (lihat infografik di atas).

Ya, dalam pandangan saya, media dalam hal ini, tidaklah harus netral. Ia harus berpihak. Terutama berpihak kepada kebenaran, berpihak kepada masyarakat luas, berpihak kepada Hak Asasi Manusia dan lainnya. Riaubook, saya kira tidaklah sembarangan dalam mengambil sikap terhadap fenomena sosial yang ada.

4. Aspek kelokalan terwakili bagi 12 kabupaten/kota (Proximity)

Menu pemberitaan daerah yang ada di Riaubook.com
Ada 12 Kabupaten/Kota yang ada di Riau. Yakni, Kabupaten Kampar, Indragiri Hulu, Bengkalis, Indragiri Hilir, Pelalawan, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Siak, Kuantan Singingi, Kepulauan Meranti, Kota Pekanbaru dan Kota Dumai.

Riaubook memberikan kanal tersendiri yang ada di bagian menu. Sehingga, pengunjung bisa memilih berita per daerah yang dikehendaki selain arus berita utama yang ada pada timeline situs berita Riau tersebut. Setidaknya, hingga saat ini Riaubook memiliki 6 wartawan aktif untuk Kota Pekanbaru, Sembilan kontributor daerah dan 1 Koordinator Liputan (Korlip) di Jakarta.

5. Memberi ruang pemberitaan yang sama (Egality)

Satu lagi yang menurut saya menarik adalah Riaubook memberikan ruang pemberitaan yang sama untuk semua kalangan. Baik pemerintah maupun swasta, nasional maupun internasional, sipil maupun militer, pehobi maupun komunitas, bisnis maupun komunitas dan lainnya.

Ini akan menunjukkan asas keterbukaan dan keberimbangan. Bahwa, Riaubook tidak berat sebelah. Mengakomodir semua kalangan. Sehingga, keberadaan Riaubook akan menjadi oase bagi eksistensi media yang sehat. Di tengah banalitas para netizen dengan berita hoax, bohong dan tak bergizi lainnya.

Demikian sedikit urun saran dan pandangan saya terkait dengan situs media online Riaubook ini. Tentu saja, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan oleh tim redaksi Riaubook.

Namun demikian, sepenuh hati Saya sangat mendukung gagasan orisinil tentang Pustaka Riau untuk Dunia. Pustaka dalam bentuk media online yang menjadi lebih mudah diakses dari mana saja, dan menjadikannya sebagai media egaliter yang menyejajarkan pembaca.

Salam! (*)


2016-06-21

Download Lagu Selamat Ulang Tahun mp3 Lengkap

Selamat Ulang Tahun mp3

Berulang tahun merupakan momen istimewa bagi setiap orang. Baik anak-anak, remaja, orang dewasa hingga kakek nenek tetap memandang momentum hari ulang tahun adalah istimewa. Tak heran jika kemudian, banyak yang mencari tempat download lagu selamat ulang tahun untuk disimpan dan dinyanyikan secara bersama-sama.
Selamat Ulang Tahun mp3

Jika semula kita hanya akan menemukan mp3 lagu anak selamat ulang tahun saja. Namun, seiring dengan banyaknya penyanyi dan band yang lahir di era 90-an, maka semakin banyak pula lagu selamat ulang tahun yang diciptakan untuk orang dewasa.

Selamat Ulang Tahun mp3

Lagu apa sajakah itu? Di bawah ini saya rangkum beberapa judul lagu selamat ulang tahun yang bisa di download :

Lagu Anak
1. Download Lagu Anak Selamat Ulang Tahun 
2. Download Lagu Anak Selamat Ulang Tahun - Trio Kwek-Kwek
3. Download Lagu Anak Selamat Ulang Tahun - Nia Daniati+Melisa

Lagu Dewasa
4. Download Lagu Selamat Ulang Tahun - Jamrud
5. Download Lagu Selamat Ulang Tahun - Dewi Lestari  
6. Download Lagu Selamat Ulang Tahun - Evie Tamala
7. Download Lagu Selamat Ulang Tahun - Dewa 19
8. Download Lagu Kado Ulang Tahun - Elite
9. Download Lagu Selamat Ulang Tahun - Gigi
10. Download Lagu Selamat Ulang Tahun - Samantha
11. Download Lagu Selamat Ulang Tahun - Niagara

12. Download Lagu Selamat Ulang Tahun Cinta - Tasha Manshahar & Syed Shamim (Malay)

Instrumentalia (Segera Diupload)

Nah, demikian kumpulan lagu selamat ulang tahun mp3 yang bisa didownload. Selamat berbahagia! (*)

2016-05-18

Innalilahi, Deddy Dores Meninggal Dunia

 

Innalillahi wainna illaihi raajiun..
Kabar duka datang lagi dari dunia selebritis tanah air. Deddy Dores menghembuskan nafas terakhirnya Selasa (17/5) malam pukul 23.45 WIB akibat serangan jantung di RS Bintaro Jakarta Selatan.

Deddy Dores dipastikan meninggal dunia, setelah berita tentang kematiannya beredar di broadcast Whatsapp. Kabar tersebut muncul dan menyebar dengan cepat di media sosial dan kalangan netizen. Antara lain dari twitter dengan akun JK Records. "Rest in peace Deddy Dores.. #ripdeddydores #deddydores," tulis @jkrecord.

Ungkapan serupa juga disampaikan oleh musisi senior Indra Lesmana melalui akun twitternya @indralesmana, "Baru saja mendapat kabar duka.. RIP Deddy Dores," tulisnya.



Ungkapan bela sungkawa juga tertera di laman Facebook resmi God Bless. "Telah meninggal dunia, musisi, pencipta lagu, dan salah satu personil awal dari God Bless, Deddy Dores, pada pukul 23.45 malam tadi di rumah sakit International Bintaro. Jenazah akan disemayamkan di rumah duka Jl. Kasuari 11 no.18, Bintaro Jaya sektor 9, dan rencananya akan dimakamkan di Sumedang, Jawa Barat," tulis pengelola akun itu.

Deddy Dores memang sempat bergabung dalam band God Bless dan tercatat sebagai personel peertama band tersebut.

Sebagaimana dikutip dari laman Liputan6.com, musisi kelahiran Surabaya 28 November 1950 ini dikenal sebagai penyanyi dan penulis lagu slow rock. Kepopuleran Deddy Dores antara lain didapat ketika merilis album Hilangnya Seorang Gadis. Album yang dirilis pada 1971 silam itu langsung mengangkat namanya.



Di tahun 90-an Deddy mengorbitkan salah satu penyanyi muda paling berbakat yang pernah dimiliki Indonesia, yaitu Nike Ardilla. Tak cuma mengorbitkan, Deddy juga menjadi rekan duet Nike dalam beberapa lagu. Album Seberkas Sinar (1990) dan Bintang Kehidupan (1992) membuat pamor Nike mencapai puncak.

Namun, kematian sang penyanyi membuat langkahnya menjadikan Nike Ardilla kian terkenal terhenti. Semenjak kematian Nike, Deddy Dores mulai jarang muncul di layar kaca. (*)

2016-02-15

Kisah Teladan Hujan Sang Penjual Koran


Teladan Hujan Sang Penjual Koran
Ilustrasi (Foto: Tribun Lampung)
Kisah Hikmah - Pagi itu, sepulang dari mencari sarapan, aku lihat penjaja koran berteduh di emperan toko. Sejak subuh hujan turun cukup deras, yang membuatnya tidak bisa menjajakan korannya. Terbayang di benakku, tidak ada satu rupiah pun uang yang akan ia peroleh kalau hari terus hujan. Namun, kegalauan yang kurasakan ternyata tidak tampak sedikitpun di wajah Penjual Koran Sang Teladan itu.

Hujan masih terus turun. Kami membisu.

Si penjaja koran pun tetap duduk di emperan toko sambil tangannya memegang sesuatu. Tampaknya seperti sebuah buku. Kuperhatikan dari kejauhan, lembar demi lembar ia baca. Awalnya aku tidak tahu apa yang sedang ia baca. Namun saat kudekati, ternyata Al-Quran yang dibacanya.

Kudekati dan kusapa dia, "Assalamu 'alaikum Pak.."

“Waalaikum salam", ia menoleh sambil menorehkan senyum.

“Bagaimana jualan korannya Pak", tanyaku.

“Alhamdulillah, sudah satu yang terjual,” ucapnya dengan senyum yang belum lepas.

“Wah susah juga ya kalau hujan begini," ku coba membuka cerita.

“Insya Allah ada rizkinya.”

“Terus, kalau hujannya sampai sore?”

“Itu artinya rizki saya bukan jualan koran, tapi banyak berdoa.”

“Kenapa?”

“Karena kata Nabi, saat hujan adalah saat mustajab untuk berdoa. Punya kesempatan berdoa, juga rizki namanya,” ucapnya penuh arti. Tak kulihat segurat jumawa pun dari wajahnya. Sedikit orang yang mampu punya keyakinan seperti ini dalam kondisi sulit.

“Lantas, kalau tidak dapat uang?”, aku terus bertanya.

"Berarti, rizki saya bersabar".

Jleb! Masuk sekali ucapannya ini, menohok kalbu. Aku kejar lagi dengan pertanyaan, “Kalau tidak ada yang dimakan"?

“Berarti rizki saya berpuasa"

“Kenapa Mas bisa berpikir seperti itu?”

“Allah yang di atas, yang memberi  rizki. Apa saja rizki yang diberikan-Nya dan saya mensyukuri. Selama jualan koran, meskipun tidak laku, dan sekalipun harus puasa, tapi saya belum pernah kelaparan," katanya dengan mantap menutup pembicaraan.

Ternyata hujan pagi itu reda. Dan ia pun permisi bersiap-siap untuk berjualan. Ia pamit sambil memasukkan Al Quran ke dalam tas gendongnya.

Tinggallah, Aku termenung menatap punggungnya yang berlalu dari hadapan. Tanpa kusadari kacamataku mulai berembun. Tersaput oleh kucuran tangis. Aku terenyuh. Seakan muncul cermin besar di hadapan sendiri menyimak kalimat tausiah yang diucapkan seorang loper koran.

Ya Tuhan, begitu besarnya Imannya kepada Mu. Rasanya badan ini menciut kerdil. Ada penyesalan di dalam hati. Kenapa kalau hujan aku masih resah-gelisah. Khawatir tidak dapat uang. Khawatir rumahku terendam banjir. Khawatir tidak dapat hadir di undangan.

Khawatir akan penyakit yang berada dalam tubuh. Khawatir akan masa depan anak. Khawatir akan kalah gugatan di pengadilan. Khawatir tidak dapat klien. Khawatir tidak dapat bertemu kawan seprofesi. Dan selaksa kekhawatiran lainnya yang hadir di muka, seakan mencemoohku.

Kembali baru kusadari, rizki bukan semata uang. Bisa bersabar, berpuasa, berdoa, beribadah kesalehan sosial lain apapun itu, adalah juga rizki dari Allah SWT. Rizki hidayah dan bisa bersyukur adalah jauh lebih bermakna daripada pekerjaan dan uang.

Dari apapun juga. 
Copas dari Grup WA (*)

Tag: Teladan Hujan Sang Penjual Koran